Share ke Grup WA Keluarga Kamu!

Makan Apa di Kampung Warna Warni Jodipan Malang?

Kampung Warna-Warni Jodipan Malang
Kampung Warna-Warni Jodipan Malang
Kenalan dengan KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN MALANG

Salah satu objek wisata yang patut kamu kunjungi di Malang adalah Kampung Warna Warni Jodipan. Kampung yang dulunya adalah daerah kumuh ini disulap oleh para mahasiswa, dosen, dan pemerintah yang bekerja sama dengan merek cat dinding menjadi sebuah lokasi wisata baru yang unik dan membuat penasaran. 

Kampung Warna Warni Jodipan memberikan pengalaman yang baru dalam berwisata. Kita akan masuk ke perkampungan warga yang rumahnya di cat berwarna-warni. Di Kampung Warna-Warni Jodipan, kamu bisa berselfi ria dengan latar sungai Brantas. Semua rumah di kampung ini diwarnai dengan satu warna, mulai dari dinding, pintu, atap dan halaman. Satu rumah diwarnai dengan satu corak, sehingga dari kejauhan kita bisa melihat kampung yang berwarna-warni karena kombinasinya. 

Di beberapa dinding dan tangga, kamu juga akan menemukan berbagai lukisan dan mural yang unik dan berwarna-warni. Ada juga lorong yang diatasnya dipajang payung-payung lucu dengan corak warna yang cerah.

Kampun Warna-Warni Jodipan Buka Setiap Hari, mula dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 petang

HARGA TIKET
Harga tiket masuknya ada dua. Kampung Warna-Warni Jodipan punya dua sisi kampung. Kampung Jodipan dan Kampung 3D. Untuk masuk awal, kamu membayar Rp.3000,- perorangnya dan Rp.2000,- untuk motor, Rp.5000,- untuk mobil, dan Rp.15.000,- untuk bis. Untuk yang pakai helikopter mohon maaf nggak bisa.

Untuk masuk ke wilayah ke dua, kampung  setelah jempatan, kamu membayar lagi sekitar Rp.3000 untuk sebagai sumbangan ke warga. Ketika membeli tiket, kamu akan mendapatkan sebuah souvernir gantungan kunci yang lucu. Oleh-oleh dari Jodipan, hasil kerajinan warga.

Souvenir dari KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN
Souvenir dari KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN

AKSES DAN LOKASI
Kampung Warna-warni Jodipan berlokasi di Desa Jodipan, Malang. Untuk menuju ke sana, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Kamu juga bisa menggunakan angkot dengan kode ABG, AMG, MT, dan AJG.

Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Kota Malang. Kalau kamu adalah wisatawan yang sedang mencari wisata disekitaran Stasiun Kota Malang, kamu wajib ke Kampung Warna-warni Jodipan. Bisa jalan kaki atau naik becak. Jaraknya sekitar 500 meteran.

Untuk mempermudah, kamu bisa klik pada peta ini untuk menemukan lokasi Kampung Warna-warni Jodipan

KULINER DI KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN
Walaupun bukan tempat berwisata kuliner,  di Kampung Warna-Warni Jodipan juga menjajakan berbagai kuliner jalanan alias Street Food yang dijajakan oleh warga dan pedagang untuk para wisatawan yang bertandang ke sana. Sebagian besar kuliner di kampung unik ini dijajakan di depan rumah warga. Ada gorengan, cilok, permen, dan berbagai makanan kemasan yang siap menemani kamu berselfie ria di kampung mereka. Sehingga, kamu tidak takut kelaparan selama menelusuri kampung wisata ini.

Sebagian besar kuliner di Kampung Warna-Warni Jodipan adalah makanan ringan yang dimakan sambil jalan. Jadi, kamu jarang menemukan makanan berat. Ada juga beberapa rumah warga yang menjajakan makanan berat seperti pecel, tahu telor, soto, dan sebagainya. Namun dalam jumlah yang kecil dan bisa dihitung dengan jari.
Street Food -  Kampung Warna-warni Jodipan

Cilok - Kampung Warna-Warni Jodipan
Piri nyobain salah satu jajanan permen jadul yang mungkin udah jarang ditemukan. Namanya adalah Arum Manis. Ada juga yang menyebutnya dengan nama rambut nenek. Kamu bisa menemukan permen ini di Kampung Warna-warni Jodipan. Buat kamu kaum milenial mungkin asing dengan permen ini.

Rambut Nenek - Kampung Warna-Warni Jodipan
Rasanya manis dan dengan tekstur yang renyah. Manisnya persis seperti cotton candy alias gulali. Bentuknya halus seperti rambut. Mungkin ini yang membuat permen ini dinamai rambut nenek. Menyentuhnya seperti memegang uban nenek-nenek.  Di Kampung Warna-Warni Jodipan, harga satu pack rambut nenek adalah Rp.5000,- saja.

Rambut Nenek - Kampung Warna Warni Jodipan


Previous
Next Post »
15 Komentar
avatar

Suka banget sama cilok, sosis dan tempura. Hehehe kalau saya ke pasar besar pasti lewat jembatan yang ada diatas kampung tersebut. Sangat bagus pemandangannya bila dilihat dari atas

Balas
avatar

Kalau kesitu aku pengen beli cilok sama donatnya tuh..he
Tapi gulali juga udah lama banget nggak makan, Mas.. Disitu masih ada ya..

Balas
avatar

Iya. bangus banget kalau dilihat dari atas. coba foto pakai drone lebih keren lagi

Balas
avatar

Yoi.. masih ada! nostalgia zaman kecil

Balas
avatar

Kalau di Jakarta, rambut nenek ini dimakan barengan kerupuk. Jadi dua kerupuk tengahnya dikasih rambut nenek...satu 5 ribu, tapi rambut neneknya dapat sedikit. hihihi..
Btw, saya belum pernah ke Kampung Jodipan...tiap ke Malang seringnya ke Batu, melulu..Sepertinya harus nginap juga di Malang kota ya..Semoga pas libur lebaran nanti bisa, karena rencana ke sana.
Makasih infonya, Mas:)

Balas
avatar

kampung warna warni ini indah sekali terlihat dari kejauhan sana
pernah tampil di televisi

Balas
avatar

Kampung warna - warni ini memang terkenal dan saya pernah nnoton di tivi, unik kampungnya. :)

Balas
avatar

Rambut nenek itu ... kalo dikotaku namanya apa yaa, kok aku lupa 🤔
Sekarang udah jarang sih ditemui.

Balas
avatar

Waaahhh.. Kangen makan rambut nenek.. T_T
Uwis suwi buanget nggak makan iku...

Balas
avatar

kreatif bgt nih, yg dulunya perkampungan kumuh sekarang di sulap jadi tempat wisata yg warna warni, salut bgt sama mahasiswa dan pemerintahnya :D

Balas
avatar

Tiap lihat orang post gambar rumah warna warni pasti rada2 kesel sendiri. Kesal waktu ke Malang januari 2016, teman nggak nunjukin tempat ini. Kan kelewat lagi satu destinasi menarik hehehe

BTW rambut nenek itu jajanan aku waktu SD, tapi makannya selalu sembunyi2, karna mama aku bilang itu manis bisa bikin batuk, tapi padahal kan aku nggak pernah batuk tiap makan rambut nenek itu.

Balas
avatar

weh.. malang.. saya 6 tahun lebih loh di malang...^^

Balas
avatar

Malah nostalgia sama permen arum manis ya. hahaha... Dulu kayaknya cukup favorit dikalangan anak-anak. Sekarang gue jarang nemuin loh.

Balas
avatar

baguslah, jadi banyak lapangan kerja baru, daya tarik baru, efek postifinya terlalu banyak! :D

Balas
avatar

Lebih banyak street food berarti ya, tapi cilok di jatim dengan di jabar beda lho, di sana lebih kecil2 kan ya ukurannya

Balas

Halo! Terima kasih sudah membaca artikel di piridifoodies food blogger Malang. Berikan komentar kamu! Jangan lupa follow dan share artikel ini ke teman-teman :)